Ingin Menjadi Kejawen Sejati?

Bagaimana Menjadi Seorang Kejawen Sejati?
Caranya; puasa lah mutih Senin Kamis, pada saat menjalani puasa tersebut tanyakan pada diri sendiri (dasar2 Olah Roso), apakah Anda suka membohongi diri Anda sendiri? Kalau jawabannya, Anda suka membohongi diri Anda sendiri, maka Anda bukan orang yang cocok untuk Menjadi Seorang Kejawen....
Kejawen adalah orang yang memeluk Agami Jawi. Jawi sendiri memiliki arti dan makna : Berbudi Luhur. Jadi Agami Jawi bukan Agamanya orang Jawa saja, melainkan Agamanya orang yang ingin Berbudi Luhur...

Agama Tidak Membuat Orang Jadi Baik

Tidak ada satu Agama pun di dunia, yang bisa membuat orang jadi baik. Yang ada; Orang baik dan mempunyai niat yang baik, menggunakan Agama apa pun, untuk tujuan kebaikan. Pasti dia akan jadi baik.
Jadi pilihlah Agama yang sesuai dengan Hati Nurani.

Kamis, 05 Agustus 2010

Mahluk Halus, Jin, dan Setan

Mahluk Halus
Mereka adalah mahluk yang hidup di dunia ini juga. Cuma bedanya, mereka memiliki frequensi yang berbeda dengan frequensi manusia. Selain itu, zat badan mereka pun, tidak terdiri dari zat-zat yang kasar, seperti yang kita biasa temui di dunia nyata kita ini.

Sehingga tidak mengherankan, jika mereka disebut dengan "Mahluk Halus". Tetapi pada prinsipnya, pola kehiduan sosial mereka secara umum, sama seperti kehidupan kita-kita di dunia nyata ini. Singkat kata, mereka ada yang baik dan ada yang jahat, ada yang pintar dan ada pula yang bodoh. Pola pergaulannya pun hampir sama dengan pola pergaulan manusia secara umum.

Jin
Mereka adalah jenis Mahluk Halus yang termasuk dalam kategori pintar dan pintar sekali, sehingga ada sebagian dari mereka yang dapat berubah wujud, menjadi berpenampilan seperti Manusia Normal.

Dalam kehidupan Jin pun ada yang punya sifat baik dan ada yang memiliki sifat buruk.

Jadi tidak ada alasan memusuhi Jin yang bersifat baik. Tetapi seperti Manusia pula, dimana di dalam kehidupan nyata sehari-hari, kita pun dapat terkecoh oleh copet yang ber-jaz dan ber-dasi.

Seperti dalam kehidupan sehari-hari, kita pun ingat pepatah "Don't See a Book from the Cover". Hal inilah yang membuat kita pun harus terus menjadi lebih waspada terhadap siapapun juga, baik itu Jin atau Manusia sekalipun.


Setan
Mengapa banyak sekali para tokoh agama import yang menyalah artikan "Mahluk Halus", dengan menyamaratakan semua mahluk halus tersebut dengan sebutan "Setan".

Hal ini sebenarnya adalah untuk mengelabuhi orang-orang awam, agar tidak bisa bergaul (Red. Ingat Bukan Menyembah)dengan Mahluk Halus yang baik, dan mau saling tolong menolong dengan Manusia.

Jadi bagi seorang Kejawen, seyogyanya tidak boleh cepat-cepat menghakimi bahwa mereka semua adalah "Setan". Karena "Setan" sesungguhnya adalah sifat yang paling buruk dalam kehidupan di tiga dunia ini (Dunia Nyata, Dunia Mahluk Halus, dan Dunia Maya).

Tokoh agama import tersebut sebenarnya, ingin mengeliminasi pergaulan manusia awam dengan Mahluk Halus (Ada yang baik dan ada yang Jahat). Hal ini dikarenakan, agar Tokoh Agama tersebut dapat memanfaatkan pertolongan "Mahluk Halus" tersebut lebih leluasa, untuk kepentingan dan keuntungan Tokoh Agama import itu sendiri.

Jadi keterangan mereka atau pembelajaran mereka kepada pengikutnya, adalah terbalik dengan apa yang mereka perbuat di balik itu semua.

Catatan:
Romo (Tokoh Agami Jawi) selalu menasehati kita, bahwa jangan pernah buat Janji pada Mahluk Halus. Makna tersebut, sebenarnya sama dengan "Jangan gampang membuat Janji kepada orang lain, karena Jani itu hutang".

Kalau seseorang janji kepada orang lain, pasti orang yang mendapat janji tersebut akan menagih janji tersebut, jika dia butuh janji tersebut. Tetapi karena manusia terikat dengan dimensi waktu dan tempat, maka si penagih janji tidak dapat setiap saat muncul di hadapan orang yang memberi janji tersebut.

Sementara Mahluk Halus tidak mengenal dimensi tempat, sehingga mereka bisa setiap saat menagih janji tersebut, inilah yang sangat mengganggu manusia yang mudah membuat janji tersebut.
Read More..

Kamis, 20 Mei 2010

Iman, Dogma dan Mencari Tuhan

Dalam mayoritas agama yang ada di dunia, Iman adalah senjata ampuh, ketika penganut atau calon penganut agama tersebut, mulai bertanya dengan logika, kaitan-kaitan ayat-ayat yang ada di "Kitab Sucinya", dengan membandingkan dengan kehidupan sehari-hari.

Kedjawen adalah agama yang logis, karena keyakinan harus dibarengi dengan logika yang masuk akal.

Karena keberadaan Zat yang disebut Ghusti tersebut eksistensinya dalam pikiran manusia didapat dari Olah Roso.

Banyak agama yang memulai dari Adam dan Hawa, di satu sisi, tetapi di sisi lain, mereka tahu adanya proses Evolusi Manusia Purba ke Manusia Modern. Di sinilah senjata ke-Imanan dipermainkan, oleh agama-agama yang mengandalkan Kitab Suci.

Bagi Kedjawen, kontradiksi itu tidak perlu terjadi. Karena proses Evolusi terjadi di pulau Jawa, atau di Lokal tempat Agami Jawi berkembang. Jadi proses adanya Tuhan Yang Maha Esa dalam pikiran Manusia adalah sebuah proses pencarian Olah Roso, yang sudah dimulai sekitar 4425 tahun Sebelum Masehi.

Di sinilah mengapa Agami Jawi adalah Agama yang Logis dan dapat dibuktikan, tanpa perlu adanya Dogma yang dipaksakan kepada penganutnya.
Read More..

Agama Tuhan

Agama Tuhan adalah, agama yang berorientasi pada satu Tuhan, atau yang disebut Tuhan Yang Maha Esa, dalam Kedjawen disebut sebagai Ghusti.

Proses adanya Tuhan dalam pikiran manusia, adalah karena adanya Olah Roso, dimana seorang Kejawen menemukan hubungan perasaan yang unik dengan zat yang dinamakan orang-orang di dunia ini; Allah, Tuhan, God, Ghusti.

Jadi jelas, tidak ada satu Agama pun di dunia ini, yang dibuat oleh Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini dikarenakan beberapa nalar matahati kita:

Read More..

Rabu, 19 Mei 2010

Dendam atau Waspada

Bagi seorang Kejawen, dendam adalah suatu yang membebankan dirinya. Apalagi, jika dirinya sedang melakukan puasa.

Olehkarenanya, seorang Kejawen seyogyanya tidaklah memiliki dendam kepada siapapun.

Semua perbuatan yang menyakitkan oleh orang lain kepada dirinya, seyogyanya harus cepat2 dimaafkan (diminta atau tidak).

Masuknya agama-agama import, membungkus pemaafan kepada seseorang diikuti, keharusan orang itu menerima kembali orang yang menyakitkan dirinya sebagai orang yang seolah baru lahir kembali tanpa kesalahan.
Hal ini dimaksudkan agar orang-orang lokal lengah terhadap pembusukan nilai-nilai lokal oleh para tokoh-tokoh agama import tadi.
Mengingat budaya orang-orang lokal yang sangat sengkretis, hal ini dimanfaatkan untuk merusak nilai-nilai yang sudah ada.

Sekarang, sebagai orang Kejawen yang belajar dari pengalaman buruk, dari pengaruh buruk budaya asing (yang dibawa oleh agama-agama import), kita harus mengasah Kewaspadaan yang bukan dendam.
Sehingga, orang tadi tidak bisa serta merta membodohi lagi, perasaan orang lokal yang sangat Luhur (salah satunya tanpa prasangka buruk).

Banyak apologi yang mengatakan bahwa tidak baik memutus tali silahturahmi kepada siapapun. Tetapi demi Kewaspadaan, memutus talisilahturahmi kepada orang jahat adalah suatu keharusan.

Sebagai contoh:
Waspada terhadap orang yang pernah menipu/merampok kita, adalah langkah yang benar agar kita tidak tertipu untuk kedua kalinya.
Read More..

Minggu, 16 Mei 2010

Meganthropus Erectus

Misteri manusia raksasa MEGANTHROPUS ERECTUS

Tulang paha Meganthropus
Fossil manusia raksasa yang berukuran tinggi 2,1 - 3,7 meter telah ditemukan di Sangiran pada tahun 1942 oleh Von Koenigswald.

Meskipun sejaman dengan Homo Erectus lain seperti Homo Soloensis yang mendiami wilayah tepian Bengawan Solo, keberadaannya belum dapat dijelaskan. Bahkan nama latin spesies ini masih diperdebatkan mau merujuk ke genus mana dalam sistem taksonomi. Peralatan yang digunakan juga berukuran besar.

Catatan:

Evolusi bagi seorang Kejawen
Read More..

Manusia Hobbit di Pulau Komodo

Misteri Manusia Hobbit di Pulau Komodo

Ilmuwan telah menemukan kerangka-kerangka manusia yang menyerupai hobbit (manusia kerdil di Film/Novel Lord of The Ring) yang ukurannya tidak lebih besar dari anak usia 3 tahun di sebuah gua. Manusia kerdil yang memiliki tengkorak seukuran segerombol anggur, hidup dengan gajah purba dan komodo di pulau terpencil di Indonesia sekitar 18.000 tahun yang lalu.

Kerangka yang ditemukan adalah milik seorang wanita dengan tinggi 1 meter, berat sekitar 25 kilogram dan berumur sekitar 30 tahun ketika meninggal 18.000 tahun yang lalu.

Ini adalah temuan spektakuler dan yang paling ekstrim yang pernah diberitakan !!!! Bagaimana tidak? Spesies ini telah mendiami pulau komodo pada masa di mana manusia modern (homo sapiens) juga telah ada di Indonesia (95.000 - 13.000 tahun yang lalu).

Selain menemukan kerangka, ilmuwan juga menemukan peralatan batu seperti pisau, alat pelubang, alat pemotong untuk berburu stegedon (gajah purba).

Banyaknya spesies manusia yang tidak saling berhubungan dalam rantai evolusi menimbulkan tanda tanya, ada berapa jenis makhluk menyerupai manusia yang hidup di Jaman Prasejarah Indonesia... dan mengapa mereka punah tanpa meninggalkan keturunan.

Bila mereka bukan manusia kenapa mereka berkelakuan seperti manusia, yang mampu membuat peralatan dari batu dan tulang, memasak menggunakan tungku api....

Orang-orang purba yang mendiami wilayah Sumatra telah melukiskan sesosok makhluk dengan jengger yang memiliki ekor dan leher yang panjang. Beberapa makhluk ini menyerupai hadrosaurs. Dalam karyas seni purba ini digambarkan bahwa beberapa Corythosaurus sedang diburu oleh orang-orang purba di Indonesia.


Sumber: Art of Indonesia, Tibor Badrogi, 1973

Catatan:
Evolusi bagi seorang Kejawen
Read More..

Pithecanthropus

Pithecanthropus Mojokertensis itu artinya manusia kera dari Mojokerto.

Itu sebenarnya cuma salah satu jenis dari phitecanthropus yang ditemukan Ralph von Koeningswald di Mojokerto tahun 1936 dalam rupa fosil anak- anak. Disebut juga Pithecanthropus Robustus.

Pithecanthropus secara tipologi berada pada lapisan Pucangan dan Kabuh. Umurnya diperkirakan 30.000- 2 juta tahun.

Ciri- ciri pithecanthropus:

1. Tinggi: 165- 180
2. Badan tegap, tidak setegap Meganthropus
3. Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus
4. Hidung lebar dan tonjolan di kening melintang sepanjang pelipis
5. Tidak berdagu
6. Makanannya tumbuhan dan hewan hasil buruan

Catatan:
Evolusi bagi seorang Kejawen
Read More..